PENDIRI

Rev. Caleb Tong, D.Min.

Pendiri STT BANDUNG

Telecom'91 dalam simposiumnya bulan Oktober 1991 di Geneva mengemukakan tentang perlunya mengadakan restrukturisasi dan pembaharuan dunia telekomunikasi dari sifatnya yang primitif ke micro electronic software, sehingga telekomunikasi menjadi terpadu dalam sistem baru.

Jika rencana restrukturisasi dalam telekomunikasi antara bagian-bagian dunia ini akan menjadi sangat baik. Dan tentunya hal ini akan mengubah wajah dunia.

Perkembangan di atas merangsang pikiran kita yang melayani di gereja untuk mencari satu wajah baru guna menghadapi konsep kosmologi dalam era globalisasi ini. Agar tidak tertinggal oleh zaman ini, gereja perlu mengadakan penyesuaian (readjustment). Namun, berbarengan dengan itu, gereja juga perlu berhati-hati supaya sesuatu yang baru tidak diadaptasi begitu saja dengan penerimaan (acceptance).

Sejak Reformasi 31 Oktober 1517 yang dimulai oleh Martin Luther, gereja mengalami pembaharuan dan penyesuaian secara doktrinal, ministerial, serta manajerialnya. Reformasi terbukti telah menjadikan gereja mampu menjawab isu-isu yang dihadapi tanpa mengurangi standard esensialnya, yaitu suatu pembaharuan dari dalam.

Namun dibandingkan dengan semangat reformasi pertama tersebut, gereja modern sekarang ini seakan-akan kurang bersedia mengkaji serta menghayati esensi dari reformasi itu sendiri. Gereja seolah-olah dilingkari oleh suatu ikatan yang menghambat pertumbuhannya dalam dunia informatif ini.

R.C.Sproul dari Reformed Theological Seminary (USA) pernah mengungkapkan kerinduannya sebagai berikut: "Selama bertahun-tahun keinginan besar dari pelayanan saya adalah impian akan reformasi baru. Reformasi tidak sekedar pembaharuan hidup, tetapi merupakan suatu visi yang baru dari kehidupan. Selama orang Kristen membatasi Kekristenan mereka menjadi terpecah-pecah dan terisolasi jauh dari kehidupan mereka, karena hanya melalui kebangunan rohani (revival) tujuan dari reformasi tidak akan tercapai. Kebangunan rohani berarti menempuh hidup yang baru. Reformasi jauh melampaui pengertian tentang kebangunan rohani. Reformasi mengandung makna struktur dan format yang baru. Reformasi hanya terjadi bila struktur masyarakat berubah mengikuti pola keilahian. Reformasi akan membawa pembaharuan dalam kesenian, ekonomi, sistem pendidikan - suatu masyarakat yang diperbaharui dalam segala aspek kehidupannya."

Pembaharuan dari dalam gereja yang dikerjakan terus menerus oleh Roh Kudus, menyebabkan gereja menjadi subjek perubahan dalam globalisasi dunia - (menjadi garam dan terang dunia) dan bukan sebagai objek perubahan karena pengaruh globalisasi dunia ini.

"Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna" (Roma 12:1-2).

 


Prof. Joseph Tong, Ph.D.

Pendiri STT BANDUNG

Pada umumnya, Seminari atau Sekolah Tinggi Teologi dimengerti sebagai suatu lembaga pendidikan tinggi dalam profesi kependetaan, yang dahulu disebut sekolah pendeta. Sebenarnya pengertian sedemikian tidak salah, bila ditinjau dari sudut fungsi dan makna pelayanannya. Namun, apabila kita tinjau agak mendalam, maka pengertian ini agaknya kurang mencakup makna visi dan misi pendirian seminari atau STT, dalam hal ini khususnya STT Bandung.

Memang STT Bandung didirikan dengan pengertian mutlak untuk mempersiapkan hamba Tuhan yang cakap melayani gereja Tuhan. Namun, pengertian STT Bandung itu mencakup arti yang lebih luas, yang tertanam dalam pengertian istilah seminar, yang tidak terbatas dalam pengertian istilah Sekolah Tinggi Teologi saja. Secara etimologis, seminari berasal dari istilah semen (benih). Maka, secara singkat, seminari adalah suatu tempat pembenihan, dimana Firman Tuhan dipelajari dan diwujudkan dalam pikiran dan hidup anak-anak-Nya, agar pada saat tertentu ia dapat disebarkan di ladang Tuhan membawa benih Firman Tuhan yang murni, baik dalam gereja, maupun di dunia. Nah, disinilah kekhususan STT Bandung menjadi nyata.

Di samping penelitian ilmu-ilmu pengetahuan bidang umum, profesional, dan bidang khusus teologi, STT Bandung mengutamakan semua kegiatan penelitian, pelajaran, dan pemahaman dalam Firman Tuhan yang dinyatakan dalam inkarnasi-Nya, Yesus Kristus, dan dalam inskripturasi-Nya, Alkitab. Mahasiswa/i diharuskan membaca Alkitab berulang-ulang dan diwajibkan menghafal nats-nats sedikit-dikitnya sejumlah 1.000 yang dibuktikan dengan angka cukup dalam Ujian Pengetahuan Alkitab terakhir. Alkitab merupakan pokok dan dasar penelitian teologi yang bercorak evangelikal, agar dalam pelayanan di kemudian hari lulusan STT Bandung menyatakan hasil pembenihan yang murni, tanpa kompromi, yang dapat melengkapi gereja dalam menjalankan tugas misinya dalam gereja maupun di luar gereja. Dengan kata lain, niat kami STT Bandung adalah untuk menghasilkan lulusan yang bercorak warga universal yang berazas pada Firman Tuhan.

Berdasarkan pengertian sedemikian, maka STT Bandung mementingkan pendidikan holistik yang menuntut pendidikan moral dan pemulusan karakter dalam rangka pengertian membangun watak (virtue), antara lain, kerendahan hati, ketaatan, belas kasih, tekad, kemulusan, dan ketabahan dalam iman yang dinyatakan dalam hidup doa dan pelayanan sehari-hari. Siap menjawab panggilan Tuhan dalam bidang apapun Tuhan mengutus.

Secara singkat, STT Bandung bertekad menghasilkan hamba-hamba Tuhan yang bercorak scholar-pastor atau pastor-scholar, seorang hamba Tuhan yang cakap memenuhi tantangan zaman kini dengan sikap dan watak yang siap sedia, cakap dan mulus melayani gereja sebagai seorang pendeta yang berjiwa ilmuwan , atau seorang kaum awam gerejawi yang bermutu akademis yang dapat melayani masyarakat dan negara dengan jiwa kependetaan. Seorang yang dapat dipakai oleh Tuhan, dan berkenan di hadapan Tuhan maupun di depan manusia (Lukas 2 : 52).

Inilah sekilas ciri-ciri khas pendidikan STT Bandung, suatu lembaga teologi untuk anak-anak Tuhan dari gereja-gereja mana saja, yang sadar akan panggilannya dalam gereja maupun dalam dunia. Kami menyambut Anda untuk mengambil bagian dalam lembaga pendidikan yang indah dan khas ini. Tuhan menyertai dan memberkati Anda sekalian.

 


Dorothy Irene Marx, D.Theol.

Pendiri STT BANDUNG

Sejak 1996 pendidikan teologi merupakan suatu tantangan yang makin urgent, apalagi menyimak situasi sosial-politik dan ekonomi yang kini berkembang dalam negara kita. Ya, kita menghadapi suatu krisis nasional yang luar biasa tetapi juga krisis internasional, bila kita memperhatikan situasi kondisi dalam globalisasi pada abad ke-21 diperkirakan mengalami suatu stagnasi yang menakjubkan.

Tugas sekolah-sekolah teologi, mendidik hamba-hamba Tuhan yang berkualitas dan mampu maupun berani “berjuang untuk mempertahankan iman yang telah disampaikan kepada orang-orang Kudus”, menjadi suatu tugas yang semakin vital. Yang paling dibutuhkan di Indonesia pada tahun terakhir abad ke-20 memasuki abad ke-21, adalah teladan dan ajaran para rohaniwan yang menyadari panggilan Tuhan untuk menegakkan dan memperoleh nilai-nilai kebenaran, keadilan, belas kasihan, kasih dan pengabdian dalam seluruh lingkup kehidupan mereka.

Kita dituntut menyatakan keyakinan kita dalam hal ini, walaupun dalam situasi yang makin sukar dan makin menuntut kerelaan berkorban, bahkan mempersembahkan nyawa kita Tuhan Yesus telah memanggil kita melalui 1 Ptr 2:21 untuk mengikuti teladan dan jejak-Nya. Apa artinya bagi mahasiswa dan staff STT Bandung selain dari perlu kita meningkatkan mutu, ilmu teologi dan dedikasi baik dalam gereja-gereja maupun dalam masyarakat.

Kami rindu Tuhan akan mengutus calon-calon mahasiswa teologi ke sekolah kami baik untuk program S1 maupun S2. Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya (1 Ptr 2:21).

 

Kontak Info

Jalan Dr. Junjunan No. 105
Bandung 40173, Indonesia
ph : (+62) 22 601 - 6454
fax : (+62) 22 607 - 7921
e-mail : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.