To The Lord, The Best, The Greatest
STTB bertekad menghasilkan hamba-hamba Tuhan yang bercorak scholar-pastor atau pastor-scholar

Rektor STT Bandung
Prof. Joseph Tong, Ph.D
Pada umumnya, Seminari atau Sekolah Tinggi Teologia dimengerti sebagai suatu lembaga pendidikan tinggi dalam profesi kependetaan, yang dahulu disebut sekolah pendeta. Sebenarnya pengertian sedemikian tidak salah, bila ditinjau dari sudut fungsi dan makna pelayanannya. Namun, apabila kita tinjau agak mendalam, maka pengertian ini agaknya kurang mencakup makna visi dan misi pendirian seminari atau STT, dalam hal ini khususnya STT Bandung.
Memang STT Bandung didirikan dengan pengertian mutlak untuk mempersiapkan hamba Tuhan yang cakap melayani gereja Tuhan. Namun, pengertian STT Bandung itu mencakup arti yang lebih luas, yang tertanam dalam pengertian istilah seminari, yang tidak terbatas dalam pengertian istilah Sekolah Tinggi Teologia saja.
Secara etimologis, seminari berasal dari istilah semen (benih). Maka, secara singkat, seminari adalah suatu tempat pembenihan, di mana Firman Tuhan dipelajari dan diwujudkan dalam pikiran dan hidup anak-anak-Nya, agar pada saat yang tertentu ia dapat disebarkan di ladang Tuhan membawa benih Firman Tuhan yang murni, baik dalam gereja, maupun di dunia. Nah, di sinilah kekhususan STT Bandung menjadi nyata.
Di samping penelitian ilmu-ilmu pengetahuan bidang umum, profesional, dan bidang khusus teologia, STT Bandung mengutamakan semua kegiatan penelitian, pelajaran, dan pemahaman dalam Firman Tuhan yang dinyatakan dalam inkarnasi-Nya, Yesus Kristus, dan dalam inskripturasi-Nya, Alkitab. Mahasiswa/i diharuskan membaca Alkitab berulang-ulang dan diwajibkan menghafal nats-nats sedikit-dikitnya sejumlah 1.000 yang dibuktikan dengan angka cukup dalam Ujian Pengetahuan Alkitab terakhir. Alkitab merupakan pokok dan dasar penelitian teologia yang bercorak evangelikal, agar dalam pelayanan di kemudian hari lulusan STT Bandung menyatakan hasil pembenihan yang murni, tanpa kompromi, yang dapat melengkapi gereja dalam menjalankan tugas misinya dalam gereja maupun di luar gereja. Dengan kata lain, niat kami STT Bandung adalah untuk menghasilkan lulusan yang bercorak warga universal yang berazas pada Firman Tuhan.
Berdasarkan pengertian sedemikian, maka STT Bandung mementingkan pendidikan holistik yang menuntut pendidikan moral dan pemulusan karakter dalam rangka pengertian membangun watak (virtue), antara lain, kerendahan hati, ketaatan, belas kasih, ketekadan, kemulusan, dan ketabahan dalam iman yang dinyatakan dalam hidup doa dan pelayanan sehari hari. Siap menjawab pangilan Tuhan dalam bidang apapun Tuhan mengutus.
Secara singkat, STT Bandung bertekad menghasilkan hamba-hamba Tuhan yang bercorak scholar-pastor atau pastor scholar, seorang hamba Tuhan yang cakap memenuhi tantangan zaman kini dengan sikap dan watak yang siap sedia, cakap dan mulus melayani gereja sebagai seorang pendeta yang berjiwa ilmuwan, atau seorang kaum awam gerejawi yang bermutu akademis yang dapat melayani masyarakat dan negara dengan jiwa kependetaan. Seorang yang dapat dipakai oleh Tuhan, dan berkenan di hadapan Tuhan maupun di depan manusia. (Lukas 2:52).
Inilah sekilas ciri-ciri khas pendidikan STT Bandung, suatu lembaga teologia untuk anak-anak Tuhan dari gereja-gereja mana saja, yang sadar akan panggilannya dalam gereja maupun dalam dunia. Kami menyambut anda untuk mengambil bagian dalam lembaga pendidikan yang indah dan khas ini.
Tuhan menyertai dan memberkati anda sekalian.
:: Rektor Kehormatan :: :: kembali ke atas ::
Rektor Kehormatan
STT Bandung
Dorothy Irene Marx, D.Theol.
Sejak 1996 pendidikan teologi merupakan suatu tantangan yang makin urgent, apalagi menyimak situasi sosial-politik dan ekonomi yang kini berkembang dalam negara kita. Ya, kita menghadapi suatu krisis nasional yang luar biasa tetapi juga krisis internasional, bila kita memperhatikan situasi kondisi dalam globalisasi pada abad ke-21 diperkirakan mengalami suatu stagnasi yang menakjubkan.
Tugas sekolah-sekolah teologi, mendidik hamba-hamba Tuhan yang berkualitas dan mampu maupun berani berjuang untuk mempertahankan iman yang telah disampaikan kepada orang-orang Kudus, menjadi suatu tugas yang makin vital. Yang paling dibutuhkan di Indonesia pada tahun terakhir abad ke-20 memasuki abad ke-21, adalah teladan dan ajaran para rohaniwan yang menyadari panggilan Tuhan untuk menegakkan dan memperoleh nilai-nilai kebenaran, keadilan, belas kasihan, kasih dan pengabdian dalam seluruh lingkup kehidupan mereka. Kita dituntut menyatakan keyakinan kita dalam hal ini, walau pun dalam situasi yang makin sukar dan makin menuntut kerelaan berkorban, bahkan mempersembahkan nyawa kita.
Tuhan Yesus telah memanggil kita melalui 1 Pet 2:21 untuk mengikuti teladan dan jejak-Nya. Apa artinya bagi mahasiswa dan staf STT Bandung selain dari perlu kita meningkatkan mutu, ilmu teologi dan dedikasi baik dalam gereja-gereja maupun dalam masyarakat.