Asrama disediakan untuk mahasiswa purna waktu yang belum menikah. Mahasiswa yang telah menikah tinggal di luar kampus.
Setiap mahasiswa wajib mengikuti ibadah pagi dan persekutuan doa malam serta kebaktian-kebaktian yang diatur secara khusus.
STT Bandung menyadari pentingnya seorang gembala bagi para mahasiswa untuk memberikan konseling, pengarahan tentang etika pergaulan, konsultasi pelayanan, dan lain sebagainya. Untuk itu, seorang pendeta yang sudah berpengalaman dalam melayani jemaat akan melayani kebutuhan rohani para mahasiswa.
STT Bandung menyediakan sarana perpustakaan yang dilengkapi dengan lebih dari 150.000 judul buku, dan beberapa judul majalah dan jurnal. Sembilan puluh persen buku yang ada ditulis dalam bahasa Inggris dan sebagian kecil dalam bahasa Jerman dan bahasa Indonesia. Tiap semester diupayakan penambahan buku dan jurnal baru. Perpustakaan juga dilengkapi dengan komputer untuk mempermudah pencarian buku/jurnal yang diperlukan dan sarana internet. Dengan demikian perpustakaan tersebut menjadi tempat belajar yang utama bagi mahasiswa. Perpustakaan terbuka untuk sirkulasi buku, belajar dan mengerjakan tugas/makalah pada hari kuliah dari pukul 08.00-22.00 (sirkulasi peminjaman dan pengembalian dari pukul 08.00-16.00), pada hari Sabtu dari pukul 08.00-12.00.
STT Bandung menerbitkan jurnal internasional berbahasa Inggris dan berbahasa Indonesia (terbit 2x setahun) sebagai sarana dialog teologis dalam konteks internasional dan sarana komunikasi untuk mengenal Kekristenan di Indonesia, Asia dan seluruh dunia.
Laboratorium komputer memiliki komputer-komputer yang dapat dipergunakan oleh mahasiswa untuk pengerjaan tugas-tugas.
Sarana olahraga berupa lapangan volley disediakan untuk kesehatan fisik mahasiswa dan senam aerobik bersama.
Mahasiswa yang sakit dapat memeriksakan kesehatannya di Poliklinik Elim untuk berobat jalan.
|